Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Pencegahan Stunting

Desa Pasar Keong, Kabupaten Lebak Tahun 2025.

Stunting merupakan isu kesehatan strategis yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, karena berkaitan dengan gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, hingga produktivitas di masa depan. Salah satu akar masalah stunting yang paling krusial adalah kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, khususnya kehamilan risiko tinggi yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani secara dini. Faktor seperti anemia, kekurangan energi kronis (KEK), hipertensi kehamilan, usia ibu berisiko, serta jarak kehamilan yang terlalu dekat berkontribusi besar terhadap lahirnya bayi dengan kondisi rentan stunting sejak awal kehidupan.

Di tingkat desa, keterbatasan akses layanan kesehatan dan rendahnya literasi kesehatan ibu masih menjadi tantangan utama. Dalam konteks ini, kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat. Namun, peran tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi sebagai langkah pencegahan stunting yang efektif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banten menginisiasi program “Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi dalam Mencegah Terjadinya Stunting di Desa Pasar Keong Kabupaten Lebak Tahun 2025.” Program ini dirancang sebagai intervensi strategis berbasis komunitas untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini kesehatan ibu dan anak, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting secara terukur dan berkelanjutan.

Latar Belakang Kegiatan

Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil akumulasi permasalahan kesehatan dan gizi yang dimulai sejak masa kehamilan. Berbagai studi menunjukkan bahwa kehamilan risiko tinggi yang tidak teridentifikasi dan tidak tertangani secara optimal menjadi salah satu faktor dominan penyebab lahirnya bayi dengan berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan intrauterin, serta kerentanan infeksi pada awal kehidupan. Kondisi ini menempatkan ibu hamil sebagai critical entry point dalam strategi pencegahan stunting, sehingga intervensi pada fase kehamilan memiliki nilai dampak yang sangat tinggi dan berjangka panjang.

Di Desa Pasar Keong, Kabupaten Lebak, tantangan pencegahan stunting masih dihadapkan pada keterbatasan pemantauan kehamilan secara rutin, variasi tingkat pengetahuan ibu hamil, serta belum optimalnya pemanfaatan kader kesehatan sebagai sistem deteksi dini berbasis komunitas. Kader kesehatan sebenarnya memiliki kedekatan sosial dan akses langsung ke keluarga, namun peran strategis tersebut belum sepenuhnya didukung dengan kompetensi teknis yang memadai dalam mengenali tanda dan faktor risiko kehamilan bermasalah. Hal ini menciptakan gap antara potensi sumber daya lokal dan kebutuhan riil pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.

Berangkat dari kondisi tersebut, dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banten memandang perlu adanya intervensi pemberdayaan kader kesehatan yang terstruktur, aplikatif, dan berorientasi pada dampak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menutup kesenjangan tersebut, dengan memperkuat kapasitas kader dalam deteksi dini kehamilan risiko tinggi sebagai fondasi utama pencegahan stunting. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun sistem kewaspadaan dini yang berkelanjutan, berbasis komunitas, dan selaras dengan agenda nasional percepatan penurunan stunting.

Tujuan Kegiatan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai intervensi strategis untuk memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas. Fokus utama kegiatan diarahkan pada fase kehamilan sebagai titik krusial dalam siklus kehidupan, dengan menempatkan kader kesehatan sebagai key enabler dalam sistem deteksi dini dan pendampingan ibu hamil di tingkat desa.

Secara khusus, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengidentifikasi secara dini kehamilan risiko tinggi, memahami faktor-faktor penyebabnya, serta mampu melakukan edukasi kesehatan yang tepat sasaran kepada ibu hamil dan keluarga. Melalui penguatan peran kader, diharapkan terjadi peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap tanda bahaya kehamilan, peningkatan kepatuhan pemeriksaan kehamilan, serta terbentuknya alur rujukan awal yang lebih efektif.

Pada tataran strategis, kegiatan ini bertujuan mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan melalui penguatan sistem kesehatan berbasis masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung bagi kader dan ibu hamil, program ini juga menjadi wujud kontribusi nyata institusi pendidikan kesehatan dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus menciptakan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Proses Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang secara sistematis dan berbasis kebutuhan lapangan agar menghasilkan dampak yang nyata dan terukur. Tahapan awal dimulai dengan analisis situasi di Desa Pasar Keong untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan ibu hamil, peran kader kesehatan, serta potensi risiko kehamilan yang berkontribusi terhadap stunting. Tahap ini menjadi fondasi perencanaan intervensi agar materi dan metode yang diberikan relevan dengan konteks lokal dan kebutuhan riil masyarakat.

Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan edukasi dan pelatihan kepada kader kesehatan. Dosen Poltekkes Kemenkes Banten menyampaikan materi mengenai konsep kehamilan risiko tinggi, faktor risiko, tanda bahaya kehamilan, serta kaitannya dengan kejadian stunting. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan simulasi sederhana sehingga mudah dipahami dan aplikatif. Mahasiswa berperan aktif sebagai fasilitator lapangan, mendampingi kader dalam praktik identifikasi risiko serta teknik komunikasi efektif kepada ibu hamil dan keluarga.

Tahap akhir adalah pendampingan dan evaluasi. Pada tahap ini, kader didorong untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam pemantauan ibu hamil di lingkungannya masing-masing. Evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pemahaman kader, kesiapan implementasi di lapangan, serta merumuskan tindak lanjut berupa penguatan jejaring dengan tenaga kesehatan dan perangkat desa. Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berlanjut pada perubahan praktik di tingkat komunitas.

Dampak yang Dihasilkan dari Kegiatan Pengabdian Masyarkat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menghasilkan dampak positif yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Kader menjadi lebih peka terhadap faktor risiko dan tanda bahaya kehamilan, serta mampu memberikan edukasi yang lebih terarah kepada ibu hamil dan keluarga.

Dampak lainnya adalah meningkatnya kesadaran ibu hamil akan pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin dan pemantauan kondisi kesehatan sejak dini. Dengan adanya kader yang lebih kompeten, terbentuk sistem kewaspadaan dini berbasis masyarakat yang mendukung deteksi cepat dan rujukan tepat waktu. Hal ini berkontribusi langsung terhadap upaya pencegahan stunting melalui pengendalian faktor risiko sejak masa kehamilan dan para kader kesehatan dapat melakukan deteksi dini pada stunting

Dalam jangka panjang, kegiatan ini memperkuat peran kader kesehatan sebagai agen perubahan di desa serta mendorong terbentuknya model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting, tetapi juga mempertegas kontribusi perguruan tinggi kesehatan dalam menciptakan dampak sosial yang nyata dan berorientasi masa depan.

Oleh

  1. Dr. Omo Sutomo, S.KM, M.Kes.
  2. Kadar Kuswandi, SKM, M.Kes
  3. Kirana Candra Sari, SST, M.Keb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *